Pengetahuan kunci hanya ada di kepala satu orang. Lalu orang itu pergi tepat saat peluang datang.
Bagi peran agar diskusi berjalan sendiri. Fasilitator utama tidak selalu ada di ruang ini.
Yayasan Tunas Sawang mendampingi perempuan kepala keluarga selama 8 tahun. Seluruh relasi pendukung, riwayat siapa pernah membantu apa, dan cara membaca tiap calon mitra ada di kepala satu koordinator senior, Bu Ratih. Ia mendadak berhenti karena alasan keluarga.
Dua minggu kemudian datang undangan pendanaan dari sebuah yayasan filantropi nasional. Tenggatnya 6 hari. Tim tahu Bu Ratih pernah dekat dengan yayasan itu. Tetapi tak seorang pun tahu ceritanya, kontaknya, atau mengapa dulu sempat gagal. Data dampak 8 tahun tercecer di beberapa laptop dan grup pesan lama.
Tim punya 6 hari. Hampir semua yang mereka butuhkan pernah ada. Sayangnya tak pernah tertangkap sebagai milik organisasi.
Hari ke-4. Seorang relawan ingat Bu Ratih pernah menyimpan berkas di satu folder daring bersama. Folder ketemu. Isinya ratusan file tanpa nama yang jelas, dan satu dokumen kunci terkunci sandi yang hanya Bu Ratih tahu. Ternyata punya arsip tidak sama dengan bisa memakainya.
Klik dulu sebelum menulis. Pilihan ini ikut masuk ke bahan presentasi.
Kerjakan berurutan. Jawaban tersimpan otomatis dan jadi bahan presentasi.
Boleh sama dengan peran di atas, atau ganti di sini setelah kelompok selesai berdiskusi.