Peta Kekuatan Jejaring: Mengubah Daftar Kontak Menjadi Peta Relasi

Menilai kekuatan relasi kunci organisasi Anda, dari sekadar kenal sampai mitra aktif, sebagai dasar kecerdasan jejaring.

Hampir setiap lembaga merasa punya jejaring luas. Persoalannya, jejaring itu jarang diperiksa. Seberapa dekat relasinya? Apakah semua relasi berasal dari lingkaran yang sama? Dan yang paling rawan, apakah relasi itu milik lembaga atau hanya tersimpan di ponsel satu orang? Peta Kekuatan Jejaring mengajak Anda menulis 3 sampai 5 relasi paling penting, lalu menilai jenis pihaknya, kekuatannya (baru kenal, kenal baik, mitra aktif), jenis ikatannya (ke dalam, menyeberang, ke atas), siapa yang memegang, dan apakah relasi itu bisa membuka pintu ke pihak lain. Bagian kedua berisi tiga pertanyaan skala 1 sampai 5 tentang kondisi jejaring. Hasilnya adalah analisis kekuatan dan keterbukaan jejaring Anda.

Kapan dipakai

  • Saat menyusun strategi kemitraan atau penggalangan dukungan.
  • Menjelang pergantian direktur atau staf yang memegang banyak relasi.
  • Untuk menilai apakah lembaga terlalu bergantung pada relasi sesama OMS.

Cara menggunakan

  1. Isi nama dan lembaga.
  2. Tulis 3 sampai 5 relasi kunci dan pilih jenis pihaknya, misalnya pemda, filantropi, media, atau akademisi.
  3. Tentukan kekuatan relasi dan jenis ikatan.
  4. Tandai apakah relasi dipegang sistem organisasi atau satu orang saja.
  5. Tandai relasi yang berpotensi menjadi simpul pembuka pintu.
  6. Jawab tiga pertanyaan kondisi jejaring dengan jujur.
  7. Tulis satu relasi penghubung dari sektor lain dan langkah pertama untuk menghubunginya, lalu klik Analisis Hasil.

Contoh penerapan di organisasi Indonesia

Sebuah yayasan pendidikan di Kalimantan Barat menemukan bahwa keempat relasi terkuatnya adalah sesama OMS (ikatan ke dalam) dan semuanya dipegang direktur. Langkah pertamanya: mengajak staf program hadir di pertemuan dengan dinas pendidikan. Unit CSR sebuah BUMN bisa memakai logika yang sama untuk memeriksa apakah relasi dengan tokoh masyarakat di ring 1 hanya dipegang satu community development officer.

Kesalahan umum

  • Menulis nama lembaga besar yang sebenarnya belum pernah berinteraksi.
  • Menganggap relasi akrab otomatis bernilai strategis.
  • Tidak mencatat relasi di sistem lembaga setelah peta selesai.

Dasar konsep

Robert Putnam (2000) membedakan modal sosial bonding (ke dalam kelompok) dan bridging (menyeberang antarkelompok). Szreter dan Woolcock (2004) menambahkan linking, yaitu relasi dengan pihak yang punya kewenangan atau sumber daya. Mark Granovetter (1973) menunjukkan bahwa ikatan lemah sering membawa informasi dan peluang baru, sehingga keragaman relasi sama pentingnya dengan kedekatan.

Bacaan dan alat terkait

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda bonding, bridging, dan linking?

Bonding adalah ikatan dengan kelompok sejenis, bridging adalah ikatan dengan lembaga dari sektor lain, dan linking adalah ikatan dengan pengambil keputusan atau pemberi dana.

Kenapa perlu menandai siapa yang memegang relasi?

Relasi yang hanya dipegang satu orang akan hilang ketika orang itu pergi. Penandaan ini menunjukkan relasi mana yang perlu segera dicatat di sistem lembaga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda bonding, bridging, dan linking?

Bonding adalah ikatan dengan kelompok sejenis, bridging adalah ikatan dengan lembaga dari sektor lain, dan linking adalah ikatan dengan pengambil keputusan atau pemberi dana.

Kenapa perlu menandai siapa yang memegang relasi?

Relasi yang hanya dipegang satu orang akan hilang ketika orang itu pergi. Penandaan ini menunjukkan relasi mana yang perlu segera dicatat di sistem lembaga.