Studi Kasus Surat dari Donor: Menimbang Hibah Tanpa Kehilangan Misi
Diskusi kelompok tentang tekanan mission drift saat tawaran donor tidak sepenuhnya sejalan dengan misi organisasi.
Hibah besar bisa menyelamatkan lembaga, tetapi juga bisa pelan-pelan mengubah lembaga menjadi sesuatu yang lain. Studi kasus "Surat dari Donor" mengajak kelompok menimbang dilema itu. Sanggar Akar adalah lembaga pendidikan alternatif komunitas adat. Mereka menerima panggilan proposal dari donor internasional bernilai besar. Kerangka logisnya menuntut target penerima manfaat bulanan yang memaksa proses yang secara kultural harus pelan menjadi cepat, serta kategori pelaporan yang menghapus nuansa yang justru menjadi inti keberhasilan mereka. Di babak kedua, donor membuka pintu ketiga: syarat bisa lebih luwes bila Sanggar Akar mengajukan bersama satu mitra jejaring.
Kapan dipakai
- Pelatihan mobilisasi sumber daya atau kepemimpinan OMS.
- Rapat pengurus sebelum memutuskan tawaran hibah yang syaratnya berat.
- Diskusi tentang cara menerjemahkan kerja lokal ke bahasa donor.
Cara menggunakan
- Isi nama kelompok dan klaster, lalu bagi peran fasilitator, pencatat, dan penjaga waktu.
- Nyalakan timer 25 menit dan baca skenario.
- Geser slider untuk menentukan sejauh mana Anda bersedia menyesuaikan diri, lalu pilih keputusan awal: terima, negosiasi, atau tolak.
- Setelah 12 menit, buka Babak 2.
- Kerjakan empat panduan: mana yang diterjemahkan, dinegosiasikan, atau ditolak; garis merah; kombinasi kanal domestik dan kolaborasi; keputusan akhir dan syarat balik.
- Klik Analisis Hasil dan unduh bahan presentasi.
Contoh penerapan di organisasi Indonesia
Dilema ini akrab bagi lembaga yang bekerja dengan masyarakat adat atau kelompok rentan, ketika indikator donor menuntut angka cepat. Pola serupa muncul di kemitraan TJSL BUMN yang mensyaratkan publikasi merek di setiap kegiatan komunitas, atau program pemerintah yang memaksakan format laporan seragam. Kasus ini membantu menyusun syarat balik agar kemitraan lebih setara.
Kesalahan umum
- Melihat pilihan hanya sebagai terima atau tolak.
- Tidak menulis garis merah sebelum negosiasi dimulai.
- Menganggap penerjemahan ke bahasa donor sama dengan mengubah cara kerja.
Dasar konsep
Teori ketergantungan sumber daya dari Pfeffer dan Salancik (1978) menjelaskan mengapa pemberi dana dapat mengendalikan perilaku organisasi. Literatur tentang mission drift di organisasi nirlaba, misalnya Jones (2007), menunjukkan pergeseran misi sering terjadi bertahap melalui syarat pendanaan. Dari sisi KM, kemampuan mendokumentasikan dan menarasikan dampak dengan bahasa sendiri memperkuat posisi tawar lembaga.
Bacaan dan alat terkait
- Peta dan Jembatan Aset ke Kanal Daya
- Studi Kasus Tiga Pintu, Satu Kunci
- Kursus memimpin dengan pengetahuan untuk NGO dan CSO
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu mission drift?
Mission drift adalah pergeseran misi organisasi secara bertahap karena menyesuaikan diri dengan syarat pemberi dana atau tekanan luar, sampai kegiatannya tidak lagi sejalan dengan tujuan awal.
Apa fungsi Babak 2 dalam kasus ini?
Babak 2 membuka opsi ketiga, yaitu mengajukan bersama mitra jejaring, sehingga kelompok belajar bahwa negosiasi dan kolaborasi bisa menjadi jalan tengah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu mission drift?
Mission drift adalah pergeseran misi organisasi secara bertahap karena menyesuaikan diri dengan syarat pemberi dana atau tekanan luar, sampai kegiatannya tidak lagi sejalan dengan tujuan awal.
Apa fungsi Babak 2 dalam kasus ini?
Babak 2 membuka opsi ketiga, yaitu mengajukan bersama mitra jejaring, sehingga kelompok belajar bahwa negosiasi dan kolaborasi bisa menjadi jalan tengah.